Memilih kabel yang tepat tidak hanya memastikan keamanan dan efisiensi sistem listrik tetapi juga mengoptimalkan anggaran proyek.Di bawah ini adalah kerangka profesional kami untuk memilih kabel kinerja tinggi.
1. Mendefinisikan Tegangan Rating
Tegangan Rendah (LV): Hingga 1kV (1000V).
Tegangan Menengah (MV): 6kV sampai 35kV. Digunakan untuk distribusi listrik primer dan pabrik industri skala besar.
Tegangan Tinggi (HV): Lebih dari 66kV. Diasumsikan untuk transmisi daya jarak jauh.
2. Pilih Bahan Konduktor
Tembaga (CU): "Standar Emas". Ini menawarkan konduktivitas yang superior, fleksibilitas, dan pemutusan yang lebih mudah. Direkomendasikan untuk proyek dengan stabilitas tinggi.
Aluminium (AL): Alternatif yang hemat biaya. Lebih ringan dan lebih murah tetapi membutuhkan area pemotongan yang lebih besar untuk membawa arus yang sama dengan tembaga.
3. Pilih bahan isolasi (kinerja termal)
PVC (Polyvinyl Chloride): Dianjurkan untuk 70 °C. Ideal untuk kabel dalam ruangan tujuan umum di mana suhu stabil.
XLPE (Cross-linked Polyethylene): Dianjurkan untuk 90 ° C. Ini adalah pilihan kinerja tinggi untuk kabel listrik karena stabilitas termalnya yang sangat baik, ketahanan kimia, dan kapasitas yang lebih tinggi untuk membawa arus.
4. Perlindungan Mekanis (Pembalut)
Tidak terjamin: Untuk baki atau saluran dalam ruangan.
STA (Steel Tape): Tahan tekanan tinggi; terbaik untuk penguburan bawah tanah.
SWA (Steel Wire): Tahan ketegangan tinggi; terbaik untuk tugas vertikal atau menarik.
AWA (Aluminium Wire): Untuk kabel Single Core; mencegah pemanasan magnetik (current eddy).
5. Persyaratan Lingkungan & Keselamatan
Flame Retardant (FR): Mencegah penyebaran api di sepanjang jalur kabel.
Tahan api: Mempertahankan integritas sirkuit untuk periode tertentu (misalnya, 90 atau 120 menit) selama kebakaran aktif.
Low Smoke Zero Halogen (LSZH): Dibutuhkan untuk ruang publik (bandara, rumah sakit, kereta bawah tanah) untuk mencegah emisi gas beracun jika terjadi kebakaran.